• Pages

  • Dont Search Here…!

    @import url(http://www.google.com/cse/api/branding.css);
    Custom Search
  • FB’an Yuk…..!

  • YM’an yuk…!

  • My tWiT-TwIt

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • ClIk me !


    Masukkan Code ini K1-4C75A1-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • tangga postingan paling Hot

    • None
  • Blog Stats

    • 5,881 hits
  • Hargadiri Blog Q


    My site is worth $78.
    How much is yours worth?

  • Sponsored Link

Kebebasan Pers dan Pembangunan Demokrasi

Salah satu faktor penting dalam Demokrasi itu adalah kebebasan, tidak ada sistem pemerintahan yang demokratis tanpa adanya kebebasan. Kebebasan dalam demokrasi ini merupakan saluran-saluran demokrasi yang berbentuk hak-hak Asasi Manusia, seperti hak sipil dan politik, ekonomi, social , dan budaya. Kebebasan pers merupakan salah satu hak asasi warga Negara. Setiap orang berhak untuk memperoleh, menyimpan, mengunakan informasi yang didapatkan dari suatu sumber melalui saluran-saluran yang telah ada. Apakah kita pernah difitna, dicurigai dengan berita yang tidak benar ? apakah itu yang dimaksud dengan kebebasan  lantas bagaimana kah kebebasan itu ? bagaimana dengan kebebasan dalam demokrasi, mengingat kebebasan dalam demokrasi  merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan demokrasi. Mengapa dikatakan demikian ?

Pers merupakan sarana usaha untuk mengumpulkan dan memuplikasikan  informasi seperti menyebar luaskan, pencetakan dan penerbitkan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya. Sebagai contoh, apabila kita ingin mnedekati orang yang kita sukai, maka terlebih dahulu kita akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang orang itu. Bayangkan saja apabila kita mendapatkan informasi yang berkebalikan tentang orang itu, maka opini kita terhadap orang itu akan berubah. Demikian lah dengan informasi dalam pers, sangat menetukan bagaiman pandangan kita terhadap suatu fenomena yang ada.

Apabila dikatakan bebas maka seharusnya dalam proses tersebut tidak ada campur tangan siapapun dengan kepentingan kepentingan tertentu. Namun dalam realitasnya, terutama di Indonesia, sungguh tidak ada pers yang 100% bebas, semuanya syarat dengan keterbatasan informasi-informasi tertentu, bias saja untuk menciptakan opini public yang menjatuhkan, mengahlikan focus pemberitaan suatu kasus atau lain sebagainya. padahal kebebasan pers itu sangat diperlukan. loihat saja media di Indonesia, sangat sedikit yang mengeritik pejabat-pejabat yang ada di pemerinthan, kalau pun ada pasti cumin soal satu, dua saja tentang penyimpangan pejabat itu. Alasannya mungkin sederhana, kalau bisa baik kenapa harus cari masalah, dengan kata lain hanya cari aman. Bahkan jarang sekalai media di Indonesia yang mengkritik media yang lainnya.

Bebas apakah berarti dengan mudanya menyebarkan berita yang belum tentu benar adanya. Segala berita yang masuk yang itu bisa mendongkrak keuntungan semata diterbitkan begitu saja tanpa memperhatikan validitas yang ada. Lantas bagaimana kebebasan pers dalam demokrasi itu seharusnya ? walaupun dikatakan bebas, namaun juga memiliki-memiliki pedoman yang termuat dalam konstitusi, jadi seolah-olah tidak seperti pers bebas yang ujung-ujungnya bersifat pers yang anarkisme. Namun, menurut Adreas harsono independent journalist,  di Indonesia malah sedikit konstitusi yang mendukung kebebasan pers, dapat dilihat hukum-hukum yang ada, sejak Indonesia dibilang merdeka sampai hari ini, masih banyak hukum-hukum yang tidak menjamin kebebasan pers. Di Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), misalnya, ada 38 pasal yang bertentangan dengan kebebasan pers. Apakah hal ini yang menghambat berkembangnya demokrasi kita ?

Kebebasan pers harus mengenal tanggungjawab (Komisi Hutchins :Robert Hutchins) dimana pers harus menyajikan dalam pemberitaan yang benar, komprehensif dan cerdas, pers dituntut untuk selalu akurat, dan tidak berbohong; pers harus berperan sebagai forum pertukaran pendapat, komentar dan kritik; pers harus menyajikan gambaran yang khas dari setiap kelompok masyarakat dan pers harus memahami kondisi semua kelompok dimasyarakat tanpa terjebak pada stereotype; pers harus selalu menyajikan dan menjelaskan tujuan dan nilai-nilai kemasyarakatan. pers harus membuka akses ke berbagai sumber informasi.

                  Lantas bagaimana kaitannya dengan perkembangan demokrasi ? sudah saya singgung sedikit di awal, bahwa pandangan seseorang terhadap suatu fenomena itu tergantung dari informasi-informasi yang masyarakat dapat. Mengingat demokrasi merupakan pemerintahan “dari rakyat”, maka informasi ini sngatlah penting untuk pengambilan keputusan atau opini terhadap suatu fenomena tertentu. Keputusan-keputusan ini apabila disalurkan melalui saluran-saluran kebebasan demokrasi (partisipasi) akan mempengaruhi kebikajakan-kebijakan yang akan dibuat. Implikasinya dalah apabila informasi yang di dapat tidak benar. Makah, kebijakannya pun juga mungkin akan keliru untuk kebaikan masyarakat.


CopyRight

S4NJ1.04@Gmail.com / Pambudi_e04@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: